Sekjen SMSI Pusat Berbagi Strategi Survive Mengelola Media

Sekjen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus mengatakan saat ini tengah terjadi pergeseran besar dalam dunia media, yakni dari media cetak ke media siber atau online.

Dalam sebuah pergeseran besar yang disebutnya sebagai revolusi industri media itu, pimpinan media harus cermat dan jeli melihat dan menangkap peluang. Jangan sampai terjebak dalam perubahan besar itu.

“Pengusaha harus bisa menangkap peluang di revolusi industri. Bagaimana kita tidak terjebak, namun melompati itu,” ujarnya saat ‘Workshop Verifikasi Media Siber’ di Bandarlampung, Selasa (29/8).

Ketua PWI Provinsi Banten ini menceritakan, saat merantau ke Pulau Jawa dan menjabat Ketua PWI, berkat gagasan dan mampu melompat dari revolusi.

“Ketika kita jadi personal, kita bukan siapa-siapa. Tapi kalo sekarang ada 10 media online dan bisa konsisten, maka akan memposisikan kita dan memberi pengaruh kuat, misalnya dalam sebuah pilgub,” katanya.

Nah, untuk bisa melompati revolusi serta menjaga konsistensi itum Komisaris RMOL (Rakyat Merdeka Online) ini berbagi strategi.

Menurut Firdaus, media siber tidak lepas dari survey. Oleh karena itu, media siber jangan hanya mengejar iklan sebagai income. Media online harus lebih inovatif dan kreatif memanfaatkan berbagai peluang, terutama yang memang bersentuhan dengan dunia maya.

“Harus berbagai peran untuk menciptakan sistem yang berkaitan, contohnya harus punya setikdanya 7 buzzer, punya yang mengurusi survey, punya yang mengolah berita, punya setidaknya 10 akun medsos. Ini artinya akan membuat berkali lipat jumlah pengunjung media online, ketika buzzer berjalan dan survey mengiringi, karena media online ini bisnis.

Bisnis itu investasi dan kerja keras. Seluruh peluang harus ditangkap,” bebernya.

Ia berujar, kunci kesuksesan perusahaan ada di sumber daya manusa (SDM). SDM kata dia yang paling mahal. “Peralatan bisa dibeli namun SDM tidak,” tegasnya.

Ia menuturkan, SDM yang kuat bisa memelihara perusahaan, semua pengusaha media siber bisa meraih kesuksesan, dikarenakan sistem itu harus lahir dari proses, akan berbeda kultur di setiap proses, sistem dibagun dengan kultur dan mengembangkan SDM.  “Untuk jadi pengusaha kita harus menghitung (memberi), bukan kita yang dihitung,” tambah dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *